Sumber : Ust. Ihsan Tandjung ..Eramuslim
Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”(HR Muslim 4899)
Doa diatas adalah doa yang diajarkan Rasullullah kepada kita untuk senantias memohon kepada Allah agar kita dilindungi dari keempat keburukan ; ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusuk, nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan….
Normally, tidak satupun dari kita yang menginginkan 4 hal yang sudah saya sebutkan tadi kan…berikhtiar secara lahir agar terhindar dari emapt keburukan tadi ..tentu wajib dilakukan ..…tetapi mekanisme doa juga punya andil besar untuk terhindar dari 4 keburukan tadi
Pertama…Ya Allah aku berlindung pada Mu dari Ilmu yang tida bermanfaat
Apa maksudnya? Bukannya setiap ilmu itu bermanfaat??
Ya nggak juga..klo ilmu nyopet, ilmu hitam (macam tenung, pelet, etc)..apakah itu bermanfaat???
Ya bermanfaat…tergantung dari sudut pandang mana melihatnya….hayah ngeyel..
Kita samakan persepsi..
Yang dimaksud ilmu yang tidak bermanfaat disini adalah, ketika ilmu itu justru bukan semakin mendekatkan kita kepada Allah, tidak semakin menambah ketebalan iman, membuat kita mengabaikan kehidupan setelah kematian..tapi justru sebaliknya…mebuat kita semakin jauh dari Allah..mebuat iman kita semakin tipis dan membuat kita semakin sibuk dengan dunia dan melupakan kehidupan setelah kematian.
Dicontohkan dalam al qur an dalam surat Ali-Imran ayat 190-192
Sungguh terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS Ali Imran ayat 190-192)
Jadi seperti halnya para Ulul albab yang selalu sanantiasa menggunakan akalnya untuk mengamati penciptaan alam semesta, sehigga setelah setiap akhir proses pengamatan mereka, membuat semakin meggetarkan bibir mereka untuk senantiasa berdzikir, mengagungkan kebesaran Allah.
Mereka sangat cermat dan hati2, bahwasanya setiap ilmu yang dipelajari haruslah menuntut mereka untuk selalu dan semakin dekat kepada Allah dan sangat berhati2 dengan ilmu2 yang justru mempertipis keimanan mereka bahkan2 labih2 menjerumuskan kedalam akidah yang tidak lurus..Naudzubillah himinzdalik…
Klo teman2 mau cermat, fenomena mutakhir yang terjadi, justru teman2 yang belajar di intitusi yang notabene mepelajari agama, justru terjebak pada distorsi..hal inilah kemudian yang disebutkan oleh Udstad Tanjung, bahwa kita harus berhati2 dari mempelajari sesuatu yang justru mengikis keimanan kita…
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang tidak membuat kita semakin menjauh dari Allah…klo dalam permaslahan kontemporer yang mungkin sering kita rasakan…kegilaan kita dalam mempelajari sesuatu terkadang sangat menyita waktu kita, sehingga kemudian kita dzolim terhadap waktu2 kita yang seharusnya untuk Allah SWT..
Ibadah hanya dilakukan sekedarnya, yang kemudian mebuat hati kita kering karena semakin jauh dari kasih saying-Nya
Kedua…Ya Allah aku berlindung pada Mu dari Hati yang tidak Khusu’
Keburukan lain yang kita harus senantiasa memohon perlindungunan Allah adalah perlinduangan dari hati yang tidak khusu’, hati yang tidak tunduk kepada Allah. Hati yang liar, yang tidak bersandar kepada Allah dalam menggapai ketentraman, padahal ciri2 orang yang beriman adalah ketika mengingat Allah hati mereka menjadi tentram
”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)
Sedemikian pentingnya arti hati yang khusu’ yang tunduk pada Allah pada setiap mahluk yang bernama manusia ini. Sehingga Allah senantiasa mengingatkan kita untuk selalu waspada menjaga hati kita dari kegersangan dan kekeringan hati..karena hatilah , segumpal daging yang menentukan baik buruk seorang manusia , seperti yang diungkapkan dalam sebuah hadist yang amat terkenal
Dalam diri manusia ada sebuah komponen, yang jika kompone itu baik, maka baiklah seluruh komponen probadi individu tersebut dan sebaliknya jika komponen itu buruk maka buruklah sluruh komponen individu itu. (H.R Bukhari)
Mengapa hati kita menjadi tidak khusu’?, yang kemudian menjadikan hati kita gersang dan kering???
Hal itu karena kita jauh dari ayat2 Allah… Hal ini muncul bila orang beriman terlalu lama mengabaikan ayat-ayat Allah. Mereka sengaja membuat jarak dengan ayat-ayat Allah sehingga kemuddian kita banyak melakukan kemaksiatan tanpa disadari dan akhirnya dengan berjalannya waktu hati menjadi tidak khusyu’ alias menjadi keras. Satu-satunya solusi ialah kembali menghidupkan ingatan dan perhatian terhadap ayat-ayat Allah. Hidupkan makna ayat-ayat tersebut di dalam kehidupan nyata.
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk(khusyu’) hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Hadid ayat 16)
Ketiga…Ya Allah aku berlindung pada Mu dari nafsu yang tidak pernah puas
Di jaman yang semakin terbuka, bebas, dan sangat dinamis lebih2 dengan semakin mutakhir dan canggihnya teknologi informasi, banyak sekali fitnah2 yang kemudian menggoda setiap umat untuk menuruti hawa nafsunya…banyak sekali media yang jika seseorang mau, nafsu itu tak kan terjeruji….Namun Islam datang bukan untuk mengekang hawa nafsu itu, tetapi memberikan koridor untuk menyalurkan nya secara proposional…ajaran Islam sungguh syumul…sampai2 menyalurkan hawa nafsu pun diatur krn banyak kemudharatan yang akan timbul jika nafsu kita diumbar secara liar…
Islam sungguh indah, ketika nafsu itu disalurkan sesuai syariat, bukan hanya ia terbebas dari dosa, lebih2 ia akan mendapatkan pahala, krn penyaluran hawa nafsu yang sesuai syariat bernilai ibadah…
Sesungguhnya di antara sahabat Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ada yang berkata:”Ya Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami mengerjakan sholat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan bagimu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh seseorang kepada kebaikan adalah sedekah, melarangnya dari kemungkaran adalah sedekah dan bersetubuhnya seorang kamu dengan istrinya adalah sedekah.” Mereka bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah jika salah seorang di antara kami menyalurkan syahwatnya, apakah ia mendapat pahala?” Rasulullah menjawab: ”Tidakkah kamu tahu, apabila seseorang menyalurkan syahwatnya pada yang haram, dia berdosa? Demikian pula apabila disalurkannya kepada yang halal, dia mendapat pahala.” (HR Muslim 1674)
Keempat…Ya Allah aku berlindung pada Mu dari Doa yang tidak dikabulkan
Sungguh, betapa malangnya kita ketika doa kita tidak dikabulkan….Padahal Allah jelas2 telah berjanji untuk mengabulkan doa setiap umatnya…dan tentunya itu semua ada syaratnya, seperti halnya yang telah disebutkan dalam S. Al Baqarah ayat 186 berikut:
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah ayat 186)
Semoga Allah senantiasa memelihara kita dari 4 keburukan tadi…Amin
Ya Allah lindungilah aku dari sikap fasik..amin..
Posted by elrahman on July 14, 2009 at 1:05 am
jazakallahu …
bagus sekali … terima kasih isi blog dan pelajarannya ..
insya Allah banyak memberikan manfaat, mencegah kemungkaran ..
amin …