DENIAS

DENIAS

Diawalai dengan petikan sebuah lagu:

Sungguh indah kampung halaman ku, di kaki gunung yang biru, disana kita berada, kampung halaman tak kan kulupa”

Denias, sebuah tokoh nyata yang kemudian diangkat kedalam layar lebar….

Denias, berkisah perjuangan seorang anak dari suku pedalaman Papua yang jauh dari peradapan, yang begitu bersemangat untuk bisa bersekolah…terdengar simple mungkin, apalagi buat sebagian orang yang mungkin tidak ada masalah dengan namanya sekolah, utamanya dari segi fasilitas dan materi

Kematian ibunda Denias, yang dianggap Denias sebagai sebuah kesalahan atas keteledorannya menjemur bajunya didekat perapian yang dikelilingi jerami, sehingga menyebabkan ibunya meninggal karena terbakar….Denias sedih sekali, namun Maleo mengatakan mamaknya akan tetap hidup (dihatinya) jika denias tetap hidup dan menjadi seperti yang mamaknya inginkan….

Mamak inginkan Denias untuk sekolah….sejak saat itu Denias sangat bersemangat untuk sekolah

Denias adalah sosok yang cerdas, dia selalu belajar dan mengerti jauh ,lebih cepat dibandingkan teman2 nya yang lain. Sebuah sekolah, yang lebih layak disebut kandang menjadi tempat bagi Denias dan beberapa temannya untuk belajar bersama seorang guru dari Jawa yang berjiwa besar mau mengabdikan dirinya mengajar di pedalaman Papua.

Disaat Semangat Denias yang semakin mebuncah untuk menuntut ilmu,, disaat bersamaan sang guru harus kembali ke Jawa, karena istrinya sakit keras…akhirnya Maleo (seorang tentara dari kesatuan Maleo Kopasus yang ditugaskan di sana dan akhirnya menjadi sahabat Denias) menggantikan bapak guru mengajar…..

Ada sebuah adegan syahdu yang menyayat hati (banyak buanget sebenernya, ini salah satunya) ketika Maleo meminta kesatuannya untuk mengirimkan seragam sekolah ke daerah itu. Saat membagikan seragam sekolah itu, tak sengaja air mata ini kembali menetes, melihat raut wajah berbinar dari Denias dan kawan2 nya, Denias menangis, memeluk Maleo dan mengucapkan ”terima kasih Maleo”….(lihat kawan, betapa keadaan sempit sangat membuat Denias sangat pandai bersyukur, wlopun hanya untuk sebuah sergam yang mungkin sebagian dari kita punya lebih dari satu…dan merasakannya biasa2 saja.)

Di saat Denias mulai kembali bersemangat dan belum habis rasa sedihnya atas kepergian Bapak guru, dia kembali harus bersedih…karena Maleo sudah harus pergi karena kesatuannya sudah menugaskannya ditempat lain. …..kembali kita akan melihat Denias menagis….

Maleo pernah berujar, ”tidak ada yang tidak bisa Denias, jika kau mau ,kau bisa bersekolah dibalik gunung sana, di kota…..”…

Dengan berbekal keyakinan tanpa sedikitpun uang, hanya berbekal tas (lebih tepatnya seperti jaring penangkap ikan) yang berisi sebuah buku, sebuah seragam sekolah, peta dan bola sepak kesayangannya)…dia berangkat mencari sekolah di balik gunung itu

Perjalanan kaki 4 hari Denias tempuh untuk mencapai tempat saudara Denias di desa Binti yang memang lebih dekat ke kota…dengan menumpang secara sembunyi2 ke sebuah mobil pick up, Denias akhirnya melihat sebuah gedung sekolah untuk pertama kalianya, Denias sangat takjub …..

Selama ini, sekolah tempat dia belajar hanyalah tak lebih dari sebuah gubuk, jangankan baju seragam, ataupun sepatu, baju yang denias pakai, hanyalah satu2nya yang dia miliki, (krn jika saat tak bersekolah Denias dan kawan2nya hanya bertelanjang dada). Tapi seperti yang diduga, tidak mudah untuk Denias bisa bersekolah disana, karena ia bukanlah siapa2.

Perjuangan Denias belum selesai sampai disini…saat dikota dia harus berjuangan panjang hingga akhirnya Denias menangis haru dalam dekapan Ibu Sam (seorang pendatang yang mengabdikan dirinya untuk mengajar di sekolah itu) yang mengatakan ”Denias engkau diterima”. Setelah perjuangan panjang akhirnya Denias bisa bersekolah disekolah itu. Nyayian lantang Denias menanyikan lagu Indonesia Raya dengan seragam sekolah yang ia impikan saat upacara sekolah, mengawali langkah Denias menggapai mimpinya…:)

Film ini sudah lama si, tapi selalu layak untuk ditonton ulang…untuk kembali me recharge hati kita, kembali mengingatkan kita untuk lebih pandai bersyukur dan bersemangat menjalani hidup.

Buat yang kuliahnya nggak kelar2 hanya karena males ngerjain skripsi, keseringan hura2, bahkan yang terlalu banyak aktivitas eksternal dan tidak pandai memanage waktu sehingga kemudian kuliahnya terkatung katung, coba tonton kembali Film ini…bukan untuk menegasikan peran eksternal, tapi mencoba menengok sisi lain yang juga perlu kita beri perhatian…

Denias harus berjuang kerasa hanya untuk bisa duduk di bangku SD, coba bayangkan kawan2 yang saat ini bisa menikmati bangku kuliah….tak bijak jika kita tidak menghargai nikmat Allah ini dengan juga berjuang keras untuk melakoninya dengan baik dan akhirnya menyelesaikannya….

Buat para orangtua yang ingin mengajarkan anak2nya menghargai dan mensyukuri apa yang mereka punya, kemudahan mengakses sekolah, kemudahan mendapatkan buku pelajarana, bahkan ditambah les2 privat….ajak mereka menonton film ini….karena film ini akan mengajarkan kepada mereka bahwa apa yang mereka miliki sangat berharga, dan patut disyukuri sehingga sekolah tidak hanya untuk maen2.. karena..ketidak tahuan mereka bahwa apa yang mereka punya berharga, terkadang tidak memunculkan semangat untuk menjalaninya dengan optimal…

Buat yang sedang ”Desperado”…..kita harus selalu berusaha untuk hidup, biarpun ada seribu masalah…..Sisakan tekat dan semangat di setiap relung hati dan pikiran kita…karena itu sudah cukup untuk melahirkan ikhtiar, sisanya biarlah Allah yang akan selesaikan

4 Responses to this post.

  1. Posted by un seen on January 9, 2009 at 8:23 am

    sing tulisane miring.. TEPP NYLEKITT LAHHH… hehehe….

    Reply

  2. Denia memberi inspirasi

    Reply

  3. Posted by aN on January 21, 2009 at 7:36 am

    baca deskripsi settingnya koq mirip sama tempat aq kini berada???

    Reply

  4. Posted by Nur Afny Catur Andryani on January 21, 2009 at 11:02 pm

    iya ya mas anung…bisa kebayang si…daerah indonesia timur emang rata2 gtu kan ya…keren bgt kan tptnya…selalu bisa menggetarkan bibir kita untuk berujar …Subhanallah..

    Reply

Respond to this post